Langsung ke konten utama

Postingan

Review Buku Jatuh Cinta Diam-Diam #2

PERTAMA baca bukunya Dwitasari di Jatuh Cinta Diam-Diam #1 langsung kelar baca dalam beberapa jam. Setelah itu jadi suka baca buku-buku karya Dwitasari and Friends. Seperti buku Jatuh Cinta Diam-Diam #2 ini yang langsung dibeli hari perilisannya. Dan pastinya kelar dibaca beberapa jam setelah dibeli. Bukunya pas banget dengan keadaan saya saat ini. Memang tak semua perasaan itu harus diungkapkan. Adakalanya dia disimpan dihati. Diresapi sendiri.  Cukup bahagia hanya dengan melihat sosoknya.  Dengan senyum terkembang saat melihat tawanya.  Tak semua rasa cinta itu harus diumbar ke dunia.  Adakalanya dia dipupuk dengan sabar.  Dinikmati saat mekar. Sosoknya membuat aku terkadang takut pada ketiadaan, kepergian nya terlebih kehilangan. Namun apa bisa dayaku, ia begitu perlahan tapi pasti dan tanpa aku sadari membawaku pada suatu petualangan yang tak bisa kukendalikan. Entah berapa kali aku mengkukuhkan hati. Aku adalah orang yang percaya dengan ke...

Untukmu, yang Kuharap Mau Menjadi Tokoh Utama Dalam Hidupku

Tok-tok, permisi. Apakah hatimu sedang ada di tempatnya hari ini? Aku sudah menabung keberanian selama berhari-hari, khusus ingin mengunjunginya kali ini. Aku memang datang dengan tiba-tiba. Semoga kamu tak terlalu terkejut atau justru malu. Aku akan lega jika kamu malah menggelengkan kepala dan tertawa. Jadi, apa tujuanku datang kali ini? Tidak banyak — hanya ingin bercerita dari hati ke hati. Tentang bagaimana aku pertama kali mengenalmu, bagaimana aku akhirnya memperhatikanmu lebih, hingga bagaimana kamu menjadi nama yang terpikir di otakku hampir setiap waktu. Aku juga datang dengan sebuah proposisi. Semoga saja, proposisi ini bisa kamu terima dengan tangan terbuka. Sudah siap mendengar apa yang ingin aku kata? Mungkin ‘cinta dalam pandangan pertama’ memang tidak ada. Toh, aku masih menganggapmu biasa saja saat awal kita berjumpa. Perkenalan kita beberapa tahun silam sungguh tidak istimewa. Aku hanya mengenakan k...

Walau Jadi yang Kesekian, Semoga Akulah yang Mendampingimu di Masa Depan

Hai, pria ku. Mohon jangan tertawa ketika kamu membaca suratku ini. Aku menuliskan ini sebagai bukti — tak apa ‘kan, sekali-sekali? — bahwa aku memiliki cinta yang dalam. Perasaan yang kupunya memang tak pernah padam, dari hari pertama kita menjalin kedekatan hingga sekarang. Hari-hari yang kita lalui selalu diisi tawa yang selalu bisa membuatku berbunga. Kamu pun selalu ada dan siap menjadikan lontaranku kian sempurna. Berdua denganmu membuatku mampu menikmati apapun yang ditawarkan oleh dunia. Kata cinta juga tak lagi cukup untuk menggambarkan rasa menggebu serta kebun bunga yang tersemai rapi di hatiku. Berlebihankah jika aku ingin menjadi pendampingmu di masa depan? Aku memang bukan yang pertama kali menapaki ruang hatimu. Sebelumnya, ada yang lain yang pernah di sana lebih dulu. Aku tahu, aku bukanlah manusia pertama yang mengetuk dan masuk untuk kemudian menjelajah semua ruangan yang ada di hatimu. Dulu, aku sempat kebingungan karen...

Untukmu, Yang Namanya Kusebut Diam-Diam dalam Doa

Halo, kamu yang akhirnya berhasil membuatku mencinta. Sudikah kiranya kamu mendengar cerita? Sejak pertama kali kita bertemu, sesuatu yang “salah” terjadi pada diriku. Bukan dalam artian buruk, tentunya. Justru ini adalah jenis “kesalahan” yang aku suka. Suka tidak suka, dirimu ada dalam kepala. Meski kamu belum tentu sudi menerima kehadiran perasaan ini, izinkan aku untuk mencurahkan melalui tulisan sederhana yang mungkin bahkan tak akan pernah sempat kau baca. Kita Saling Mengenal Meski Tak Terlalu Dalam. Pertemuan Singkat yang Mungkin Hanya Kau Anggap Angin Lalu, Ternyata Membekas di Ingatanku Dulu sepertinya tak pernah terbayang memiliki cinta yang begitu dalam. Belum pernah ada seseorang pun yang kehadirannya begitu aku rindukan. Jadi aneh rasanya saat kamu tiba-tiba ada. Harus terseling waktu sebelum aku benar-benar terbiasa. Seiring berjalannya waktu, aku kini jadi penunggu setia pagi. Ada sem...

Kamu yang selalu kucintai dalam diam

Selama ini aku hanya menyediakan telinga dan hatiku berusaha untuk senang menunggu, selalu menunggu dan mengharapkan kamu datang. Aku sadar betapa mencintai kamu yang begitu dekat, tetapi cinta yang selalu bertumbuh ini tak pernah menyentuh dan menjamah. Setiap saat aku bisa melupakan rasa lelah tubuhku demi menemuimu. Bersamamu, lewat mata itu aku selalu merasa ada dunia paling menyenangkan disana. Ah, hanya kamu pria yang entah mengapa selalu kudengar dan kunikmati ceritanya. Aku masih saja selalu menjadi pendengar yang baik juga penonton yang tak banyak mengeluh. Masih ingatkah kau dengan pertemuan kita? Kali pertama kulihat matamu, aku tahu kamu akan membawa perubahan dalam hidupku. Mungkin lewat menjadi pendengar yang baik, menjadi segalanya bagi sosok yang sulit kutebak. Berusaha menjadi pendengar yang baik, teman yang baik juga penonton yang baik. Tetapi bolehkah aku juga terlibat dalam hidupmu? Bukan hanya jadi penonton. Mungkin beberapa hal kamu rasa berubah sejak dari a...

Dia

Seseorang yang tak lama aku mengenal dia. Baru. Seorang pria yang seperti kebanyakan pria lain. Selintas sebelum aku mengenal dia, tak ada yang menarik bagiku bahkan aku tak pernah menyadari keberadaan dia di organisasi itu. Mungkin jangan kan menyadari, melirik pun tidak pada saat kegiatan itu. Sebelum setelah dia menegurku, sehingga aku menyadari keberadaan dia. Memanglah benar kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Dia... Seorang mahasiswa yang dengan rambut nya yang unik. Ya, unik semakin unik setelah aku mengenalnya. Dengan rambut belah tengah itu membuat dia berbeda dari yang lain. Mungkin sedikit menjadi lelucon bagi sebagian orang tetapi bagiku itu membuat dia unik. Badan yang tinggi tegap profesional memang pas buat menyadari jabatan dia saat ini. Tas, ya tas besar yang dia sandang itu. "Bawa satu isi kamar kemana-mana" Haha ya itu yang kukatakan. Dia... Sederhana, tak berfoya, dengan gaya apa adanya, tutur bahasa yang santun, terkadang polos, ga...

Dibalik Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa

LKMM? Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa. Sebuah kegiatan kemahasiswaan Universitas yang dikhususkan bagi ketua-ketua kelembagaan se Universitas. Atau akrabnya dapat dikatakan kegiatannya para pejabat kampus. Ya. Selintas, acara ini akan berjalan formal dengan gaya-gaya pemimpin yang berbeda-beda dari tiap mahasiswanya. Secara mereka adalah ketua-ketua kelembagaan di Universitas, ada Gubernur, Bupati. Ternyata siapa kira bahwa dibalik acara ini, disinilah bahwa gelar ataupun kedudukan yang mereka emban di bangku kampus tidak bisa juga menyangkal diri bahwa mereka tetaplah mahasiswa dengan segala dunia anak muda yang masih dapat dikatakan "anak-anak". Tetapi tidak seperti anak-anak yang kita kenal, karena disini anak-anak pemimpin bangsa ini. Lewat acara ini, saya sadari disini membangun kerjasama, kedekatan antar lembaga dan rasa saling memiliki dengan tidak lagi memandang dari fakultas atau kelembagaan mana berasal? Tetapi lebih kepada siapa dan apa yang kita tela...