PERTAMA baca bukunya Dwitasari di Jatuh Cinta Diam-Diam #1 langsung kelar baca dalam beberapa jam. Setelah itu jadi suka baca buku-buku karya Dwitasari and Friends. Seperti buku Jatuh Cinta Diam-Diam #2 ini yang langsung dibeli hari perilisannya. Dan pastinya kelar dibaca beberapa jam setelah dibeli. Bukunya pas banget dengan keadaan saya saat ini.
Memang tak semua perasaan itu harus diungkapkan.
Adakalanya dia disimpan dihati. Diresapi sendiri. Cukup bahagia hanya dengan melihat sosoknya. Dengan senyum terkembang saat melihat tawanya. Tak semua rasa cinta itu harus diumbar ke dunia. Adakalanya dia dipupuk dengan sabar. Dinikmati saat mekar.
Sosoknya membuat aku terkadang takut pada ketiadaan, kepergian nya terlebih kehilangan. Namun apa bisa dayaku, ia begitu perlahan tapi pasti dan tanpa aku sadari membawaku pada suatu petualangan yang tak bisa kukendalikan.
Entah berapa kali aku mengkukuhkan hati. Aku adalah orang yang percaya dengan kekuatan harapan dan mimpi. Biarlah aku mencintainya dengan caraku sendiri, yang membiarkan dia hidup dalam ruang-ruang yang tidak pernah orang lain ketahui. Mencoba bahagia dengan caraku yang teramat sederhana. Aku sadar, ia mengenalkanku pada suatu perasaan yang sebenarnya menyakitkan, tetapi begitu kunikmati. Perasaan jatuh cinta diam-diam.
Engkau sang sutradara Mahadahsyat.
Aku ingin. Ingin berada pada satu waktu dan tempat yang sama dengannya.
Karena ini perjalanan, perjalanan yang bukan biasa untukku. Ini perjalanan hati. Ini juga tentang sebuah penantian yang seharusnya berujung, menemui ujungnya, menemui ending-nya.
Sang sutradara kehidupan, pemilik skenario Mahadahsyat.
Aku tau, cinta memang tak selalu bisa diucapkan, tapi aku tau bahwa cinta selalu bisa ditunjukkan. Cinta memang tak selalu bisa dimiliki, tapi bukankah cinta selalu bisa untuk diperjuangkan.
Ah, semua kesesakan ini muncul karena satu nama.
Ya. Cinta memang hal yang tidak masuk akal, kan? Hal yang irasional. Aku membutuhkanmu, bahkan seperti tak membutuhkan yang lainnya.
Sampai kapan aku harus terus memikirkannya? Menjatuhkan pilihanku untuk tetap di posisi seperti ini; mengukuhkan cinta dalam diam.
Selalu diam-diam menyelipkan secuil doa pada sebongkah harapannya yang tinggi.
Ah, benar kubilang. Dia selalu mampu membuat hari-hariku lebih indah. Cinta dalam diam saja indah. Apalagi cinta yang diungkapkan, bukankah begitu?
Aku tak mungkin mengabaikan perasaan ku selama ini, yang sudah 5 bulan mencintaimu dalam diam.
Kau memang karya indah tangan Tuhan. Dimatamu, ada keteduhan yang tak bisa aku jelaskan. Mungkin kau akan sadar, bahwa cinta adalah ketika sosok yang kau cintai menjauh, kemudian kamu merasakan ada yang menghangat di matamu, air mata, dan tenggorokanmu terasa sakit seakan menahan tangis.
Manis pahitnya memendam rasa
#JCDD2
#H



Komentar