Langsung ke konten utama

Untukmu, Yang Namanya Kusebut Diam-Diam dalam Doa

Halo, kamu yang akhirnya berhasil membuatku mencinta. Sudikah kiranya kamu mendengar cerita?

Sejak pertama kali kita bertemu, sesuatu yang “salah” terjadi pada diriku. Bukan dalam artian buruk, tentunya. Justru ini adalah jenis “kesalahan” yang aku suka. Suka tidak suka, dirimu ada dalam kepala.
Meski kamu belum tentu sudi menerima kehadiran perasaan ini, izinkan aku untuk mencurahkan melalui tulisan sederhana yang mungkin bahkan tak akan pernah sempat kau baca.
Kita Saling Mengenal Meski Tak Terlalu Dalam. Pertemuan Singkat yang Mungkin Hanya Kau Anggap Angin Lalu, Ternyata Membekas di Ingatanku
Dulu sepertinya tak pernah terbayang memiliki cinta yang begitu dalam. Belum pernah ada seseorang pun yang kehadirannya begitu aku rindukan. Jadi aneh rasanya saat kamu tiba-tiba ada. Harus terseling waktu sebelum aku benar-benar terbiasa.
Seiring berjalannya waktu, aku kini jadi penunggu setia pagi. Ada semangat yang menyelinap di jiwaku setiap kali mengingat bahwa aktivitas hari itu akan mempertemukan kita. Kamu mungkin tidak sadar betapa setiap hari yang kujalani bersinggungan denganmu terasa berarti. Aku yang tadinya bersikap dingin pada cinta, kini lebur perlahan karenanya.

Meski Malu Harus Kuakui Kini Kamu Tengah Menjadi Poros Kehidupanku: Perhatian yang Dulunya Hanya Kupersembahkan Untuk Diriku Sendiri Kini Harus Dibagi Dengan Orang Lain

“Tahukah kamu bahwa kehadiranmu begitu menyedot perhatian?”
Aku bukanlah orang yang gemar menaruh perhatian kepada orang lain. Terlalu sibuk mengejar mimpi dan memenuhi ambisi adalah agenda kehidupan yang tak pernah ingin kukhianati. Bagiku hidup adalah proses membentuk diri. Setengah mati aku berusaha menyingkir dari roman percintaan. Tak ada gunanya menghabiskan waktu dan tenaga hanya untuk menjadi pekerja cinta. Sudah banyak contoh orang yang dibuat kecewa, membuatku semakin yakin bahwa bisa hidup tanpanya.
Di awal perjalanan semuanya masih dapat kukendalikan. Kesuksesan yang datang membuatku makin terlena mengejar nikmatnya keberhasilan. Aku tak punya waktu menekuni diri mencari pendamping hidup. Rasa puas terhadap capaian karir membuatku enggan menapaki rumitnya dunia percintaan. Semua itu kujalani dengan penuh sadar, sampai pada saat kamu datang membalik keadaan. Mengacak-acak semua tujuan hidup yang sedang diperjuangkan. Kamu merusak ‘aturan’ hidup yang kubuat sendiri.
Aku Akhirnya Mulai Menyadari Bahwa Tak Selamanya Aku Bisa Hidup Sendiri. Mungkin, Kamu Adalah Orang yang Tuhan Kirimkan Untuk Mengubur Segala Kesombongan dalam Diri.
Seperti sudah kukatakan sebelumnya bahwa aku adalah orang yang sedikit anti dengan cinta. Kisah masa lalu yang menyematkan kenangan tak mengenakkan semakin membuatku kuat menahan diri untuk tak jatuh cinta lagi. Untuk membunuh rasa kecewa itu maka kubiarkan diri tenggelam dalam kesibukan. Aku yang mulai larut dengan berbagai kegiatan dibuat nyaman dengan dinginnya perasaan. Meski ada beberapa orang yang datang dan menawarkan kisah percintaan, semuanya ditanggapi dingin begitu saja. Tapi kini benteng pertahanan itu runtuh seketika dengan kehadiran dirimu yang sebetulnya biasa-biasa saja.
Jika dibandingkan dengan sosok lainnya, kamu bukanlah satu-satunya yang paling istimewa. Bahkan dari segi fisik, materi, ataupun kemapanan kamu tak memiliki kelebihan yang bisa terlalu dibanggakan. Namun hanya dengan dirimulah aku kembali merasakan cinta dan bilurnya. Sebuah perasaan yang sepertinya sudah kusimpan terlalu lama. Bahkan kunci ruangannya saja mungkin sudah lupa kusimpan di mana.

Kesantunanmu Sanggup Membuat Ruang Hampa Itu Tergetar Kembali. Perilakumu yang Dewasa Membuatku Kembali Tertarik Untuk Mengecap Kehidupan Percintaan Lagi

Meski tak punya kelebihan duniawi, namun sikap santun yang kau tunjukkan mampu menyekap perasaanku di sana. Aku ingat betul bagaimana pertama kali kamu menyambut uluran tanganku dengan cara yang begitu memukau. Tatapan teduh dan cara bicara yang menentramkan itulah yang membuatku terhenyak. Sifatmu yang jauh dari kesan kekanak-kanakkan tersebut membuatku hanyut pada lebatnya perasaan kagum.
Kini kusadari bahwa jatuh cinta itu begitu sederhana. Tidak perlu juga pengeran berkuda putih yang datang meminang. Penampilan yang apa adanya serta perilaku menenangkan jauh lebih penting dari itu semua. Kamu mengajarkanku untuk bisa berdamai dengan standar tinggi yang kubuat sendiri. Terimakasih telah memberiku pengertian bahwa jatuh cinta tak serumit yang aku pikirkan.

Walau Sampai Hari Ini Penaklukan Hatiku Olehmu Masih Menjadi Sebuah Misteri, Aku Bisa Menerimanya Tanpa Perlu Bertanya Lagi

Harus kuulangi bahwa jatuh cinta padamu adalah sebuah realita yang tak pernah kurencanakan. Sama seperti datangnya rezeki dan kemalangan, sebagai manusia aku hanya bisa menerima segala penentuan. Aku hanyalah lakon dalam penggalan drama kehidupan ini dan sebagai sang sutradara Ia berhak menentukan segalanya. Ya, termasuk juga menitipkan rasa kasih yang datangnya tiba-tiba.
Di satu sisi aku merasa bahagia karena akhirnya masih layak merasa cinta. Namun di sisi yang lain ada pertanyaan tersimpan yang sejujurnya ingin sekali aku tanyakan. Apakah kau di sana menyimpan rasa yang sama? Apakah kamu juga menaruh perhatian yang sepadan? Atau, apakah pernah sosok diriku muncul di pikiran?

Ini Adalah Cerita Tentang Rasa yang Tengah Kuperjuangkan, Tanpa Tahu Bagaimana Akhirnya Akan Dituntaskan

Ribuan pertanyaan tentang perasaan yang terus bergelayut di pikiran ini diam-diam mulai kususun dalam doa. Merangkainya menjadi kepingan permohonan panjang kepada Tuhan, agar ia tak lupa menitipkan rasa yang sama. Setiap waktu aku bertekun, bertelut, dan melipat tangan jika pasangan jiwa yang telah dipersiapkan adalah kamu yang kini namanya senantiasa kurapal dalam doa malam. Segenap doa ini aku ucapkan dengan penuh kerendahan, berharap suatu saat waktu kebersamaan kita akan datang.
Jika waktu itu sudah tiba, akan kupastikan aku siap menyambutmu dengan tangan terbuka. Kesederhaanmu yang membuatku jatuh cinta sudah sepatutnya disambut dengan penuh sukacita. Terimakasih telah menghadirkan dunia tak pernah diduga sebelumnya. Kamu adalah kejutan dari Sang Khalik yang sebenar-benarnya.

Dariku, yang senantiasa menyebut namamu dalam doa



*Sumber : www.hipwee.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendonor darah pekanbaru (pendorapku)

Pendora adalah komunitas untuk berbagi informasi seputar donor darah dan membantu masyarakat dalam pencarian donor darah yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat sekitar khususnya kota Pekanbaru. Hal ini guna menghindari masyarakat dari calo darah. Selain memberi informasi lokasi donor darah per hari, pendorapku akan membantu anda dalam mencari donor darah di wilayah kota Pekanbaru. Tanpa menggunakan calo darah! Silahkan Lampirkan : 1. Nama Lengkap Pasien 2. Rumah Sakit Pasien 3. Nomor Telpon keluarga Pasien 4. Golongan Darah Pasien 5. Jumlah Kantong Darah yang di butuhkan Pasien Kirim ke 0813-7926-4646 atau ke sosial media pendorapku. Pendorapku bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah. Saat ini Pendorapku bekerjasama dengan Beberapa Organisasi seperti KSR PMI Unit Universitas Riau, KSR PMI Unit 03 Universitas Islam Riau, KSR PMI Unit 04 Universitas Uin Suska Riau dan organisasi Kemanusiaan Hilmi Riau, juga menjalin komunikasi yang baik ...

Review Buku Jatuh Cinta Diam-Diam #2

PERTAMA baca bukunya Dwitasari di Jatuh Cinta Diam-Diam #1 langsung kelar baca dalam beberapa jam. Setelah itu jadi suka baca buku-buku karya Dwitasari and Friends. Seperti buku Jatuh Cinta Diam-Diam #2 ini yang langsung dibeli hari perilisannya. Dan pastinya kelar dibaca beberapa jam setelah dibeli. Bukunya pas banget dengan keadaan saya saat ini. Memang tak semua perasaan itu harus diungkapkan. Adakalanya dia disimpan dihati. Diresapi sendiri.  Cukup bahagia hanya dengan melihat sosoknya.  Dengan senyum terkembang saat melihat tawanya.  Tak semua rasa cinta itu harus diumbar ke dunia.  Adakalanya dia dipupuk dengan sabar.  Dinikmati saat mekar. Sosoknya membuat aku terkadang takut pada ketiadaan, kepergian nya terlebih kehilangan. Namun apa bisa dayaku, ia begitu perlahan tapi pasti dan tanpa aku sadari membawaku pada suatu petualangan yang tak bisa kukendalikan. Entah berapa kali aku mengkukuhkan hati. Aku adalah orang yang percaya dengan ke...

Komunitas Sepatu Roda Pekanbaru Inline Skate Pekanbaru

Komunitas Sepatu Roda Pekanbaru Inline Skate Pekanbaru Sepatu roda merupakan olahraga dari Belanda yang diciptakan pada abad ke 17 oleh penggemar ice skiting. Sepatu roda masuk ke Indonesia pada masa perjajahan Balanda. Inline skate Pekanbaru, komunitas sepatu roda ini terbentuk pada 1 Januari 2012 dengan hanya 3 orang. Komunitas ini bertuuan sebagai wadah kumpul para penggemar dari sepatu roda. Sekaligus juga untuk penyaluran bakat dan olahraga kearah positif. Berbagai iven telah sering juga diikuti komunitas ini seperti Roller War Jakarta, Battle Box di Bukit Tinggi yang masih bersifat persahabatan. Kini anggota Inline skate Pekanbaru ada 80 orang. Anggota yang bergabung di komunitas ini di bimbing dari dasar secara bertahap oleh para anggota senior untuk mendalami olahraga sepatu roda ini. Inline skate Pekanbaru memiliki jadwal latihan rutin setiap Jumat, Sabtu dan Car Free Day Minggu. Ada berbagai tipe permainan di sepatu roda ini seperti Aggressif in line skate ...