Langsung ke konten utama

Bekerja di media massa, mengapa tidak ?








 Bekerja di media massa, mengapa tidak ?

Memang bekerja di media massa waktu sangat dituntut. Dikejar deadline sangat membuat pusing dan stress. Namun di balik ini semua siapa tau kalo media massa itu sangat berperan penuh dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan kebutuhan dalam kemajuan negara.

Hal ini lah yang membuat saya tertarik dengan media massa. Dari kelas X saya sudah berkecimpung dalam dunia jurnalistik. Dimulai dari bergabung nya di ekstrakurikuler jurnalistik sekolah. Dan kemudian saya melanjutkan bergabung di sebuah perusahaan media massa nomor 1 di Riau. Predikat sebagai Student Journalists (SJ) atau bisa dibilang wartawan sekolah sudah saya pegang selama 3 tahun terakhir ini. Suka duka dalam dunia jurnalistik ini sudah saya rasakan. Mulai dari pengujian dan penstabilan mental dan emosi yang harus di jaga selalu.

Dari sini saya semakin berminat di bidang ini. Hingga saat masa praktek kerja industri (prakerin) saya memilih perusahaan ini sebagai tempat saya melatih dan mengemban ilmu jurnalistik lebih jauh. Awal magang memang terasa sangat membosankan, maklumlah setiap kita tentu perlu adaptasi di lingkungan baru. Jadwal masuk kami di perusahaan ini dari pukul 09.00 pagi sampai 16.00 WIB. Ada 3 orang yang magang di media ini, kami bertiga dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok yang bekerja di lapangan dan kerja di kantor. Untuk kerja lapangan ada 2 orang yang bertugas mengantar-ngantar magazine perusahaan ini ke sekolah-sekolah di pekanbaru dari tingkat SMP dan SLTA dari pagi hingga siang hari. Sedangkan yang bertugas di kantor harus standby di basecamp (nama akrab penyebutan perusahaan ini) untuk mengurus segala keperluan kantor.

Hari-hari kami lalui terasa sangat lambat, yang paling saya ingat kata-kata “ 3 hari serasa 3 bulan disini ”. Namun hal ini lambat laun semakin berlalu dan berganti menjadi keakraban dan persaudaraan yang terasa. Kami seakan menemukan tempat kedua setelah rumah kami. Sekarang 3 hari terasa berlalu dengan cepat. Hari, minggu dan bulan terasa berlalu tanpa disadari. Dari sini kami banyak menemukan pengalaman dan ilmu yang tak pernah kami temui di sekolah.

Kami mengerti bagaimana me layout sebuah halaman di koran dan magazine menggunakan Page Maker. Bagaimana proses langkah-langkah dari awal hingga akhir dan menjadi sebuah koran/magazine yang sering kita baca sehari-hari.
Selain itu kami mengerti bagaimana menjadi seorang event organizer, karena saat itu kami diberi kepe­­rcayaan untuk memegang 2 sekolah di tingkat SLTP dan SLTA sebagai penanggung jawab sekaligus event organizer untuk 2 sekolah itu dan harus bisa mensukseskan jalannya acara (Roadshow) atas nama sekolah tersebut. Dari sini kami sudah mengerti bagaimana mengelola sebuah acara dari awal (mengajukan surat rekomendasi, mengajak sponsor, membuat roundown acara, dll).
Dan kami juga mengerti bagaimana sebuah foto yang baik untuk media dalam sebuah moment atau acara. Dimana foto itu harus dapat menginformasikan kepada umum dan dapat dimengerti oleh orang lain dengan hanya melihat foto tersebut.
Selain itu kami juga di ajarkan bagaimana membuat sebuah video dokumentasi yang memang sudah kami pelajari di sekolah sebelum melakukan prakerin, namun bedanya disini kami diajarkan bagaimana sebuah film itu harus memiliki menu awal ( yang terdapat play, scenes dan notes) sebagai pembuka jalannya sebuah film. Inilah yang menjadi sesuatu yang kurang yang tak pernah kami sadari selama ini di sekolah, namun dapat kami temukan disini.

Hingga kini saya semakin betah di perusahaan ini dan alhamdulillah kami di perbolehkan untuk tetap lanjut bekerja dan bukan sebagai siswa magang. Melainkan  sebagai crew di perusahaan ini. Ya walaupun mereka tidak melarang ataupun mengekang kami. Mereka juga toleransi dalam proses pembelajaran kami di sekolah. Kami masih diberi kepercayaan hingga sampai dimana kami bisa dan bertahan di media ini.
Alhamdulillah juga kami dapat mensukseskan sekolah kami sendiri dalam sebuah ivent media massa tempat saya magang, dimana kami sebagai penangguung jawab/event organizer untuk sekolah saya sendiri. Dan dapat membawa nama sekolah saya ke urutan nominasi sekolah pemenang dalam ivent tersebut.

“Memang benar permulaan itu perlu penyesuain terhadap lingkungan baru. Dan manfaatkan hal-hal baru itu menjadi suatu permulaan baik dan pengalaman untuk kelanjutan hidup”. (dian)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendonor darah pekanbaru (pendorapku)

Pendora adalah komunitas untuk berbagi informasi seputar donor darah dan membantu masyarakat dalam pencarian donor darah yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat sekitar khususnya kota Pekanbaru. Hal ini guna menghindari masyarakat dari calo darah. Selain memberi informasi lokasi donor darah per hari, pendorapku akan membantu anda dalam mencari donor darah di wilayah kota Pekanbaru. Tanpa menggunakan calo darah! Silahkan Lampirkan : 1. Nama Lengkap Pasien 2. Rumah Sakit Pasien 3. Nomor Telpon keluarga Pasien 4. Golongan Darah Pasien 5. Jumlah Kantong Darah yang di butuhkan Pasien Kirim ke 0813-7926-4646 atau ke sosial media pendorapku. Pendorapku bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah. Saat ini Pendorapku bekerjasama dengan Beberapa Organisasi seperti KSR PMI Unit Universitas Riau, KSR PMI Unit 03 Universitas Islam Riau, KSR PMI Unit 04 Universitas Uin Suska Riau dan organisasi Kemanusiaan Hilmi Riau, juga menjalin komunikasi yang baik ...

Kampanye Kreatif Melalui Komunikasi Visual

P ada masa kampanye, umumnya calon presiden cenderung lebih memilih menggunakan konsepsi berkampanye dengan cara-cara yang konvensional seperti dengan memasang bendera, spanduk ataupun stiker-stiker. Padahal dapat dilihat penggunaan cara berkampanye seperti ini cenderung mengotori ruang terbuka bagi publik. Untuk itulah kampanye kreatif tengah menjadi trend dalam iklim demokrasi yang berjalan begitu dinamis ini. Berbagai kreatifitas bermunculan dari tiap tim sukses untuk mendukung calon presiden dan wakil presiden dalam pemilihan presiden kali ini melalui segi komunikasi visual. Apa itu komunikasi visual? Kita ketahui, komunikasi visual yaitu komunikasi   melalui   penglihatan . Sebuah rangkaian proses penyampaian infromasi atau pesan kepada pihak lain dengan menggunakan media penggambaran yang hanya terbaca oleh indera penglihatan Media komunikasi visual menkombinasikan antara   seni ,   lambang ,   tipografi ,   gambar ,   desain grafis ...

Review Novel Pulang karya Tere Liye

Berhubung saat ini saya tengah melakukan penelitian akhir mengenai salah satu novel bestseller karya novelis yang namanya sudah sangat dikenal di Tanah Air, ya Tere Liye. Sedikit banyaknya sudah khatam saya membaca tiap detil dari novel Pulang nya bang Tere. Dan kesimpulannya menurut saya, novel satu ini sangat menarik buat pembaca novel ataupun penggemar dari karya Tere Liye. Bersetting pedalaman Sumatera, novel ini jelas menggambarkan bagaimana kondisi alam pedalaman Sumatera. Saya rasa pemilihan setting pedalaman Sumatera ini pada novel Pulang tentu dikarenakan pemahaman bang Tere juga pada struktur alam di Sumatera yang merupakan tanah kelahiran dari si penulis. Dari isi cerita, novel ini juga sangat jelas mengupas sisi lain dari dunia perekonomian yang mungkin sedikit banyak belum diketahui masyarakat bahwa mungkin sekiranya praktik shadow economy memang ada di dalam kehidupan kita. Bercerita kisah, well awalnya dari melihat judul novel ini saya kira novel ini bercerita ...